Penutupan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten, Wakil Bupati Kuningan Apresiasi Karya Mahasiswa

 



Naraya News - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, resmi ditutup pada Sabtu (22/8/2026). Penutupan tersebut menjadi momentum apresiasi atas berbagai program, karya, dan kolaborasi yang telah dilaksanakan mahasiswa selama masa pengabdian.

Penutupan KKN tersebut menjadi semakin istimewa dengan hadirnya langsung Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang sekaligus membuka rangkaian kegiatan dan memberikan santunan kepada anak yatim secara simbolis. Kehadiran Wakil Bupati di tengah agenda pemerintahan yang padat menjadi bentuk perhatian sekaligus apresiasi terhadap proses pengabdian mahasiswa dan masyarakat Desa Sagaranten.

Bagi mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kehadiran Wakil Bupati bukan sekadar seremoni pemerintahan. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat membangun ekosistem kolaborasi yang menempatkan pengetahuan akademik sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Dalam perspektif akademik, KKN merupakan proses pembelajaran kontekstual yang mempertemukan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di ruang akademik dengan realitas sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan KKN tidak hanya dapat diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meninggalkan manfaat, pengetahuan, kesadaran, serta embrio keberlanjutan bagi masyarakat.

WAKIL BUPATI: TERIMA KASIH TELAH MEMBUAT DESA SAGARANTEN SEMAKIN BERSINAR

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Sagaranten.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi karena mahasiswa tidak hanya hadir dengan kegiatan seremonial, tetapi membawa sejumlah program yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, lingkungan, pariwisata, hingga pertanian.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan merupakan bentuk sinergitas yang penting untuk terus dikembangkan. Terlebih, berbagai program KKN tersebut sebelumnya telah dipaparkan dan diaudiensikan langsung di ruang rapat Wakil Bupati Kuningan.

Kehadiran Wakil Bupati Kuningan dalam penutupan KKN menjadi semakin bermakna ketika agenda tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah warga.

Di tengah suasana penutupan yang penuh rasa syukur atas selesainya rangkaian program mahasiswa, perhatian kemudian diarahkan kepada persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

Wakil Bupati Kuningan mengunjungi rumah Bapak Ade Rojak, warga Dusun Sagara RT 003 RW 001, Desa Sagaranten, yang tinggal di rumah sementara berbahan kayu karena belum memiliki tempat tinggal yang layak.

Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah pada hakikatnya bukan hanya berbicara mengenai infrastruktur berskala besar, pertumbuhan ekonomi, maupun pembangunan fasilitas publik. Pembangunan juga memiliki wajah yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: rumah yang layak, rasa aman, martabat keluarga, dan keberlangsungan kehidupan yang manusiawi.

Rumah bukan sekadar bangunan fisik. Dalam perspektif sosial, rumah merupakan ruang pertama bagi seseorang untuk memperoleh rasa aman, membangun keluarga, menjalani kehidupan, dan menjaga martabat kemanusiaannya

Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pengabdian mahasiswa telah dibangun melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur pemerintahan, sehingga program yang dijalankan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan telah menyelesaikan pengabdian dengan berbagai program kerja. Terima kasih sudah membuat Desa Sagaranten semakin bersinar,” demikian pesan apresiasi yang disampaikan Wakil Bupati dalam momentum penutupan tersebut.

Wakil Bupati juga memberikan pesan penting kepada mahasiswa agar terus menjadi generasi yang aktif, kreatif, dan unggul di berbagai bidang.

Pesan tersebut menjadi bekal moral bagi mahasiswa bahwa berakhirnya KKN bukan berarti berakhirnya tanggung jawab sosial. Justru, pengalaman hidup bersama masyarakat selama masa pengabdian diharapkan menjadi modal intelektual dan sosial bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.

DARI GAGASAN MENJADI KARYA

Selama melaksanakan KKN di Desa Sagaranten, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menghadirkan sejumlah program kerja yang dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya Taman Baca Masyarakat, pengembangan dan branding potensi wisata alam, pemberdayaan sektor pertanian, pembuatan pupuk organik cair (POC), pembuatan pestisida nabati, pengolahan hasil pertanian, hingga pembentukan dan pengembangan Bank Sampah Desa Sagaranten.

Taman Baca Masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun budaya literasi. Kehadiran ruang baca diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi berkembang menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, berdiskusi, belajar, serta membangun kebiasaan membaca.

Sementara itu, melalui program branding wisata alam, mahasiswa berupaya membantu memperkenalkan potensi Desa Sagaranten melalui pendekatan komunikasi dan kreativitas generasi muda. Potensi lokal tidak cukup hanya dimiliki, tetapi perlu dikemas, dikenalkan, dan dikelola secara strategis agar memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Pada sektor pertanian, mahasiswa membangun sinergitas dengan unsur pertanian melalui program pembuatan pupuk organik cair, pestisida nabati, penanaman bibit, serta pengolahan hasil pertanian.

Pendekatan tersebut memiliki nilai strategis karena pertanian bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, peningkatan kapasitas petani, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Di bidang lingkungan, keberadaan Bank Sampah menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi. Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikelola sebagai bagian dari sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, program KKN di Desa Sagaranten memperlihatkan pendekatan multidimensional: pendidikan, lingkungan, pertanian, pariwisata, ekonomi masyarakat, serta penguatan kapasitas sosial berjalan dalam satu kerangka pengabdian.

APRESIASI KEPADA PEMERINTAH DESA DAN SELURUH MITRA

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Sagaranten beserta seluruh jajaran Pemerintah Desa Sagaranten yang telah menerima, membina, mengarahkan, dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Ciwaru, BPP Ciwaru, UPTD Pertanian Ciwaru, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan yang telah memberikan ruang kolaborasi dan dukungan terhadap berbagai program mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan turut hadir melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, sedangkan dari Dinas Pendidikan hadir Ibu Wiwi Fatmawati yang mewakili unsur Bidang Pendidikan Masyarakat.

Keterlibatan berbagai instansi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa memiliki dimensi kolaboratif yang luas. Perguruan tinggi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari jaringan pembangunan daerah yang melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan.

SAMSI NUGRAHA: KOLABORASI PEMERINTAH DAN MAHASISWA MENJADI KEKUATAN DESA

Perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah, Samsi Nugraha, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Kuningan yang telah memberikan perhatian serta dukungan kepada Desa Sagaranten dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Samsi mengapresiasi kesediaan Wakil Bupati untuk hadir secara langsung meskipun memiliki agenda pemerintahan yang sangat padat. Menurutnya, kehadiran tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Sagaranten dan mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian.

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan sebuah desa tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa memiliki peran masing-masing yang apabila disatukan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong perubahan.

“Tanpa dukungan Wakil Bupati dan tanpa peran Pemerintah Kabupaten Kuningan, Desa Sagaranten tidak akan seperti ini,” menjadi salah satu pesan apresiasi yang disampaikan Samsi Nugraha dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa pembangunan desa merupakan proses kolektif. Desa tidak tumbuh hanya melalui satu institusi, tetapi melalui perjumpaan berbagai gagasan dan kepentingan yang diarahkan pada tujuan bersama.

CAMAT CIWARU: JANGAN LUPAKAN SAGARANTEN DAN KECAMATAN CIWARU

Camat Ciwaru, Rusmiadi, AP., S.Sos., M.Si., dalam sambutannya turut memberikan pesan emosional kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia menyampaikan bahwa meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir dan mahasiswa nantinya kembali ke kampus maupun daerah asal masing-masing, pengalaman selama berada di Desa Sagaranten dan Kecamatan Ciwaru hendaknya tidak dilupakan.

“Meski nanti sudah tidak berada di Sagaranten lagi, jangan melupakan Desa Sagaranten dan Kecamatan Ciwaru,” tuturnya. 

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak seharusnya berhenti ketika program KKN selesai. Jejak pengabdian dapat terus hidup melalui gagasan, komunikasi, pengalaman, dan hubungan sosial yang telah terbentuk.

KKN pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak program yang berhasil dilaksanakan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa mengalami proses belajar dari masyarakat dan bagaimana masyarakat memperoleh manfaat dari kehadiran mahasiswa.

PENUTUPAN BUKAN AKHIR, MELAINKAN AWAL KEBERLANJUTAN

Penutupan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten menjadi sebuah titik akhir sekaligus titik awal.

Titik akhir karena mahasiswa telah menyelesaikan rangkaian tugas akademik dan pengabdian masyarakat yang telah direncanakan. Namun, pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi keberlanjutan berbagai gagasan dan program yang telah dirintis.

Taman baca diharapkan terus menjadi ruang literasi. Bank Sampah diharapkan berkembang menjadi gerakan lingkungan berbasis masyarakat. Program pertanian diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan pihak terkait. Potensi wisata alam diharapkan semakin dikenal dan dikelola secara berkelanjutan. Sementara itu, berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan kepada masyarakat diharapkan dapat diteruskan secara mandiri.

Secara akademik, keberlanjutan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kebermaknaan pengabdian. Program yang baik bukan hanya program yang selesai ketika mahasiswa meninggalkan desa, tetapi program yang mampu meninggalkan kapasitas dan kesadaran sehingga masyarakat dapat melanjutkannya.

KOLABORASI YANG MENJADI WARISAN PENGABDIAN

Kehadiran Wakil Bupati Kuningan dalam penutupan KKN juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat.

Mahasiswa hadir membawa energi intelektual dan kreativitas. Pemerintah hadir dengan kebijakan, kewenangan, serta dukungan pembangunan. Pemerintah desa hadir dengan pengetahuan terhadap kondisi masyarakat. Sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menjalankan dan menjaga keberlanjutan program.

Pertemuan keempat unsur tersebut menjadi sebuah ekosistem kolaborasi yang memungkinkan program pengabdian memiliki dampak lebih luas.

Apa yang telah dilakukan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan akan menemukan makna tertingginya ketika mampu diterjemahkan menjadi kebermanfaatan.

Karena pada akhirnya, ilmu bukan hanya tentang apa yang diketahui, tetapi tentang apa yang mampu diberikan kepada kehidupan.

TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA

Atas nama mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn.; Kepala Desa Sagaranten beserta jajaran; Camat Ciwaru; BPP Ciwaru; UPTD Pertanian Ciwaru; Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan; Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan; Pemuda Muhammadiyah; seluruh tokoh masyarakat; pemuda; serta seluruh masyarakat Desa Sagaranten yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian mahasiswa.

Terima kasih atas penerimaan, kepercayaan, pendampingan, kritik, saran, dukungan, dan seluruh bentuk kolaborasi yang telah diberikan.

Penutupan KKN bukanlah perpisahan dalam makna yang sesungguhnya. Ia hanyalah perubahan ruang pengabdian: dari desa menuju kampus, dari lapangan menuju ruang intelektual, dan dari pengalaman menjadi pembelajaran yang akan dibawa mahasiswa dalam perjalanan kehidupan berikutnya.

Dari Sagaranten, mahasiswa belajar bahwa pembangunan bukan sekadar angka dan kebijakan, melainkan tentang manusia, harapan, gotong royong, dan keberanian untuk menghadirkan perubahan.

KKN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA — HADIR, BERKOLABORASI, MENGABDI, DAN MENINGGALKAN KARYA.

Sagaranten semakin bersinar, kolaborasi terus berjalan, dan pengabdian menjadi warisan yang tidak berhenti ketika mahasiswa kembali pulang.

Penutupan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten, Wakil Bupati Kuningan Apresiasi Karya Mahasiswa

Naraya News - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, resmi ditutup pada Sabtu (22/8/2026). Penutupan tersebut menjadi momentum apresiasi atas berbagai program, karya, dan kolaborasi yang telah dilaksanakan mahasiswa selama masa pengabdian.

Penutupan KKN tersebut menjadi semakin istimewa dengan hadirnya langsung Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang sekaligus membuka rangkaian kegiatan dan memberikan santunan kepada anak yatim secara simbolis. Kehadiran Wakil Bupati di tengah agenda pemerintahan yang padat menjadi bentuk perhatian sekaligus apresiasi terhadap proses pengabdian mahasiswa dan masyarakat Desa Sagaranten.

Bagi mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kehadiran Wakil Bupati bukan sekadar seremoni pemerintahan. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat membangun ekosistem kolaborasi yang menempatkan pengetahuan akademik sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Dalam perspektif akademik, KKN merupakan proses pembelajaran kontekstual yang mempertemukan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di ruang akademik dengan realitas sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan KKN tidak hanya dapat diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meninggalkan manfaat, pengetahuan, kesadaran, serta embrio keberlanjutan bagi masyarakat.

WAKIL BUPATI: TERIMA KASIH TELAH MEMBUAT DESA SAGARANTEN SEMAKIN BERSINAR

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Sagaranten.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi karena mahasiswa tidak hanya hadir dengan kegiatan seremonial, tetapi membawa sejumlah program yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, lingkungan, pariwisata, hingga pertanian.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan merupakan bentuk sinergitas yang penting untuk terus dikembangkan. Terlebih, berbagai program KKN tersebut sebelumnya telah dipaparkan dan diaudiensikan langsung di ruang rapat Wakil Bupati Kuningan.

Kehadiran Wakil Bupati Kuningan dalam penutupan KKN menjadi semakin bermakna ketika agenda tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah warga.

Di tengah suasana penutupan yang penuh rasa syukur atas selesainya rangkaian program mahasiswa, perhatian kemudian diarahkan kepada persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

Wakil Bupati Kuningan mengunjungi rumah Bapak Ade Rojak, warga Dusun Sagara RT 003 RW 001, Desa Sagaranten, yang tinggal di rumah sementara berbahan kayu karena belum memiliki tempat tinggal yang layak.

Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah pada hakikatnya bukan hanya berbicara mengenai infrastruktur berskala besar, pertumbuhan ekonomi, maupun pembangunan fasilitas publik. Pembangunan juga memiliki wajah yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: rumah yang layak, rasa aman, martabat keluarga, dan keberlangsungan kehidupan yang manusiawi.

Rumah bukan sekadar bangunan fisik. Dalam perspektif sosial, rumah merupakan ruang pertama bagi seseorang untuk memperoleh rasa aman, membangun keluarga, menjalani kehidupan, dan menjaga martabat kemanusiaannya

Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pengabdian mahasiswa telah dibangun melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur pemerintahan, sehingga program yang dijalankan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan telah menyelesaikan pengabdian dengan berbagai program kerja. Terima kasih sudah membuat Desa Sagaranten semakin bersinar,” demikian pesan apresiasi yang disampaikan Wakil Bupati dalam momentum penutupan tersebut.

Wakil Bupati juga memberikan pesan penting kepada mahasiswa agar terus menjadi generasi yang aktif, kreatif, dan unggul di berbagai bidang.

Pesan tersebut menjadi bekal moral bagi mahasiswa bahwa berakhirnya KKN bukan berarti berakhirnya tanggung jawab sosial. Justru, pengalaman hidup bersama masyarakat selama masa pengabdian diharapkan menjadi modal intelektual dan sosial bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.

DARI GAGASAN MENJADI KARYA

Selama melaksanakan KKN di Desa Sagaranten, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menghadirkan sejumlah program kerja yang dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya Taman Baca Masyarakat, pengembangan dan branding potensi wisata alam, pemberdayaan sektor pertanian, pembuatan pupuk organik cair (POC), pembuatan pestisida nabati, pengolahan hasil pertanian, hingga pembentukan dan pengembangan Bank Sampah Desa Sagaranten.

Taman Baca Masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun budaya literasi. Kehadiran ruang baca diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi berkembang menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, berdiskusi, belajar, serta membangun kebiasaan membaca.

Sementara itu, melalui program branding wisata alam, mahasiswa berupaya membantu memperkenalkan potensi Desa Sagaranten melalui pendekatan komunikasi dan kreativitas generasi muda. Potensi lokal tidak cukup hanya dimiliki, tetapi perlu dikemas, dikenalkan, dan dikelola secara strategis agar memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Pada sektor pertanian, mahasiswa membangun sinergitas dengan unsur pertanian melalui program pembuatan pupuk organik cair, pestisida nabati, penanaman bibit, serta pengolahan hasil pertanian.

Pendekatan tersebut memiliki nilai strategis karena pertanian bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, peningkatan kapasitas petani, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Di bidang lingkungan, keberadaan Bank Sampah menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi. Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikelola sebagai bagian dari sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, program KKN di Desa Sagaranten memperlihatkan pendekatan multidimensional: pendidikan, lingkungan, pertanian, pariwisata, ekonomi masyarakat, serta penguatan kapasitas sosial berjalan dalam satu kerangka pengabdian.

APRESIASI KEPADA PEMERINTAH DESA DAN SELURUH MITRA

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Sagaranten beserta seluruh jajaran Pemerintah Desa Sagaranten yang telah menerima, membina, mengarahkan, dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Ciwaru, BPP Ciwaru, UPTD Pertanian Ciwaru, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan yang telah memberikan ruang kolaborasi dan dukungan terhadap berbagai program mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan turut hadir melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, sedangkan dari Dinas Pendidikan hadir Ibu Wiwi Fatmawati yang mewakili unsur Bidang Pendidikan Masyarakat.

Keterlibatan berbagai instansi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa memiliki dimensi kolaboratif yang luas. Perguruan tinggi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari jaringan pembangunan daerah yang melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan.

*SAMSI NUGRAHA: KOLABORASI PEMERINTAH DAN MAHASISWA MENJADI KEKUATAN DESA*

Perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah, Samsi Nugraha, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Kuningan yang telah memberikan perhatian serta dukungan kepada Desa Sagaranten dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Samsi mengapresiasi kesediaan Wakil Bupati untuk hadir secara langsung meskipun memiliki agenda pemerintahan yang sangat padat. Menurutnya, kehadiran tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Sagaranten dan mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian.

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan sebuah desa tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa memiliki peran masing-masing yang apabila disatukan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong perubahan.

“Tanpa dukungan Wakil Bupati dan tanpa peran Pemerintah Kabupaten Kuningan, Desa Sagaranten tidak akan seperti ini,” menjadi salah satu pesan apresiasi yang disampaikan Samsi Nugraha dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa pembangunan desa merupakan proses kolektif. Desa tidak tumbuh hanya melalui satu institusi, tetapi melalui perjumpaan berbagai gagasan dan kepentingan yang diarahkan pada tujuan bersama.

*CAMAT CIWARU: JANGAN LUPAKAN SAGARANTEN DAN KECAMATAN CIWARU*

Camat Ciwaru, Rusmiadi, AP., S.Sos., M.Si., dalam sambutannya turut memberikan pesan emosional kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia menyampaikan bahwa meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir dan mahasiswa nantinya kembali ke kampus maupun daerah asal masing-masing, pengalaman selama berada di Desa Sagaranten dan Kecamatan Ciwaru hendaknya tidak dilupakan.

“Meski nanti sudah tidak berada di Sagaranten lagi, jangan melupakan Desa Sagaranten dan Kecamatan Ciwaru,” tuturnya. 

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak seharusnya berhenti ketika program KKN selesai. Jejak pengabdian dapat terus hidup melalui gagasan, komunikasi, pengalaman, dan hubungan sosial yang telah terbentuk.

KKN pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak program yang berhasil dilaksanakan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa mengalami proses belajar dari masyarakat dan bagaimana masyarakat memperoleh manfaat dari kehadiran mahasiswa.

*PENUTUPAN BUKAN AKHIR, MELAINKAN AWAL KEBERLANJUTAN*

Penutupan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten menjadi sebuah titik akhir sekaligus titik awal.

Titik akhir karena mahasiswa telah menyelesaikan rangkaian tugas akademik dan pengabdian masyarakat yang telah direncanakan. Namun, pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi keberlanjutan berbagai gagasan dan program yang telah dirintis.

Taman baca diharapkan terus menjadi ruang literasi. Bank Sampah diharapkan berkembang menjadi gerakan lingkungan berbasis masyarakat. Program pertanian diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan pihak terkait. Potensi wisata alam diharapkan semakin dikenal dan dikelola secara berkelanjutan. Sementara itu, berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan kepada masyarakat diharapkan dapat diteruskan secara mandiri.

Secara akademik, keberlanjutan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kebermaknaan pengabdian. Program yang baik bukan hanya program yang selesai ketika mahasiswa meninggalkan desa, tetapi program yang mampu meninggalkan kapasitas dan kesadaran sehingga masyarakat dapat melanjutkannya.

*KOLABORASI YANG MENJADI WARISAN PENGABDIAN*

Kehadiran Wakil Bupati Kuningan dalam penutupan KKN juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat.

Mahasiswa hadir membawa energi intelektual dan kreativitas. Pemerintah hadir dengan kebijakan, kewenangan, serta dukungan pembangunan. Pemerintah desa hadir dengan pengetahuan terhadap kondisi masyarakat. Sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menjalankan dan menjaga keberlanjutan program.

Pertemuan keempat unsur tersebut menjadi sebuah ekosistem kolaborasi yang memungkinkan program pengabdian memiliki dampak lebih luas.

Apa yang telah dilakukan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan akan menemukan makna tertingginya ketika mampu diterjemahkan menjadi kebermanfaatan.

Karena pada akhirnya, ilmu bukan hanya tentang apa yang diketahui, tetapi tentang apa yang mampu diberikan kepada kehidupan.

*TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA*

Atas nama mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn.; Kepala Desa Sagaranten beserta jajaran; Camat Ciwaru; BPP Ciwaru; UPTD Pertanian Ciwaru; Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan; Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan; Pemuda Muhammadiyah; seluruh tokoh masyarakat; pemuda; serta seluruh masyarakat Desa Sagaranten yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian mahasiswa.

Terima kasih atas penerimaan, kepercayaan, pendampingan, kritik, saran, dukungan, dan seluruh bentuk kolaborasi yang telah diberikan.

Penutupan KKN bukanlah perpisahan dalam makna yang sesungguhnya. Ia hanyalah perubahan ruang pengabdian: dari desa menuju kampus, dari lapangan menuju ruang intelektual, dan dari pengalaman menjadi pembelajaran yang akan dibawa mahasiswa dalam perjalanan kehidupan berikutnya.

Dari Sagaranten, mahasiswa belajar bahwa pembangunan bukan sekadar angka dan kebijakan, melainkan tentang manusia, harapan, gotong royong, dan keberanian untuk menghadirkan perubahan.

KKN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA — HADIR, BERKOLABORASI, MENGABDI, DAN MENINGGALKAN KARYA.

*Sagaranten semakin bersinar, kolaborasi terus berjalan, dan pengabdian menjadi warisan yang tidak berhenti ketika mahasiswa kembali pulang.*

Lebih baru Lebih lama