Bukan Sekadar Konser, Pentas Irama Vol. 15 Padukan Musik dan Kepedulian Sosial Lewat Donasi Pakaian



Naraya News - Waves Studio kembali mengadakan Pentas Irama Vol. 15 di Famouz Cafe, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (24/7/2026).

Pentas Irama Vol. 15 kembali hadir sebagai wadah apresiasi bagi musisi lokal, nasional, serta komunitas kreatif di Cirebon sekaligus menjadi hiburan bagi para pecinta musik.

Selain menjadi ajang hiburan, Pentas Irama kali ini mengajak penonton untuk berdonasi melalui pengumpulan pakaian layak pakai yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebagai bentuk apresiasi, penonton yang turut menyumbangkan akan mendapat voucher diskon tiket untuk penyelenggaraan Pentas Irama edisi berikutnya.

Acara berlangsung pada pukul 18.30 WIB, ditandai dengan dibukanya open gate bagi para penonton. Rangkaian acara kemudian diawali dengan Telisik Musik bersama personel The Kick, yakni Tegar Aji Wibowo (Jiwe) dan Amar.

Setelah itu, rangkaian penampilan dimulai dengan Troll sebagai band pembuka, dilanjut oleh Fryday, Nyalla, Hompimpah, dan ditutup oleh The Kick.

Acara tersebut dihadiri oleh pecinta musik dari berbagai daerah, seperti Cirebon, Indramayu, Subang, dan sekitarnya. Antusiasme penonton terlihat sepanjang acara, terutama saat mereka menikmati penampilan para musisi melalui moshing dan crowd surfing.

Salah seorang penonton, Denial, mengaku senang dapat menghadiri acara tersebut karena suasananya yang ramai serta menghadirkan band yang ingin ia saksikan.

“Kesan saya di acara ini sangat bahagia karena ramai, banyak minuman dan makanan, serta band yang saya tunggu-tunggu yaitu The Kick,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Abdurrasyid Bajri, selaku Project Leader Pentas Irama, mengatakan bahwa awal mula berdirinya Pentas Irama ini lahir dari keresahan terhadap minimnya wadah bagi band-band lokal. 

“Awal mula dari terbentuknya Pentas Irama ini jelas, yaitu dari keresahan-keresahan di mana kurangnya media bagi band lokal, sampai akhirnya kami mencoba untuk sustain setiap bulan kalo misalnya kita nggak capek,” katanya. 

Ia juga menjelaskan bahwa yang membedakan Pentas Irama edisi kali ini dengan yang sebelumnya yaitu dari segi genre musik dan segmentasi penonton. Menurutnya, edisi kali ini lebih banyak menarik perhatian Generasi Z.

“Yang membedakan Pentas Irama edisi kali ini ialah genre dan segmen. Kalo sebelumnya kan talentnya Mocca dan The Cottons, secara genre pun udah beda tuh, pop mellow. Sekarang kita bawa The Kick yang mana genrenya indie rock. Secara segmen pada Volume 14 kemarin kebanyakan audiensnya itu milenial, kalo sekarang banyaknya Generasi Z,” tambahnya. 

Rasyid berharap acara-acara seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya sebagai wadah bagi band-band lokal untuk menampilkan karya mereka.


Penulis: Malik Nabawi

Editor: Lucky Firmansyah

Lebih baru Lebih lama