Naraya News - Aliansi BEM Cirebon Raya (ABCR) bersama sejumlah organisasi mahasiswa mengadakan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Cirebon, pada Senin (15/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi terhadap kebijakan dan program pemerintah.
Setibanya di Gedung DPRD Kota Cirebon, massa aksi ditemui Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, bersama sejumlah pejabat lainnya. Massa juga menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta UU Polri yang baru disahkan.
Ketua Pengurus Cabang PMII Cirebon, Ruslan Baidhowi Kamal, menyampaikan kondisi ekonomi domestik yang dinilai mengalami tekanan akibat ketidakseimbangan tata kelola pada proyek strategis nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program MBG mengakibatkan kebocoran APBN sehingga APBN menjadi defisit. Program MBG juga memotong anggaran pendidikan,” tegasnya.
Adapun tuntutan yang disampaikan mahasiswa antara lain menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, menjamin ketersediaan dan distribusi BBM Pertalite, mengevaluasi kebijakan energi, mengoptimalkan APBN untuk kesejahteraan rakyat, memprioritaskan penyelesaian persoalan ekonomi nasional, serta meninjau kembali UU Polri.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dengan meneruskannya ke DPR RI pada hari Kamis. Sementara itu, aksi berlangsung dengan kondusif hingga massa membubarkan diri.
Penulis: Malik Nabawi
Editor: Lucky Firmansyah
