Naraya News – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Muhammadiyah Cirebon adakan peduli lingkungan lewat “Voice for Nature: Komunikasi Hijau melalui Hidroponik” di PKK Hidroponik Kalikoa, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (10/4/2026).
Program ini bertujuan memberikan pemahaman dan praktik secara langsung mengenai metode penanaman sayuran secara hidroponik. Peserta tidak hanya mempelajari teknik bercocok tanam tanpa media tanah, tetapi juga memahami sistem pengelolaan nutrisi serta efisiensi penggunaan air yang mampu menghasilkan pangan sehat dan ramah lingkungan
Menurut Jureni, selaku anggota PKK, menjelaskan bahwa kunci utama hidroponik terletak pada manajemen air dan nutrisi (AB Mix). Ia juga menekankan pentingnya menjaga derajat keasaman (pH) air pada angka 6 agar tanaman dapat tumbuh optimal.
“Kalau pH terlalu rendah, cukup ditambah air bersih. Tapi kalau terlalu tinggi, bisa diseimbangkan dengan penambahan air aki zuur secara hati-hati,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sayuran hidroponik memiliki sejumlah keunggulan, seperti rasa yang lebih segar dan tekstur yang lebih lembut. Beberapa jenis sayuran seperti kangkung, bayam, dan pakcoy dinilai lebih cocok untuk pemula karena relatif mudah dibudidayakan, terutama di lahan terbatas.
Sementara salah satu panitia, Dehan Pramana, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap partisipasi peserta dalam kegiatan ini.
“Senang karena banyak yang ikut tertarik berpartisipasi dalam kegiatan ini. Bukan sekedar mempelajari secara teori, tapi mereka terjun langsung mempraktikkan penanaman sayuran dengan metode hidroponik ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendorong praktik pertanian berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan.
Penulis: Liana Futri
Editor: Lucky Firmansyah
